Kamis, 24 Juni 2010

Jika kita berjalan-jalan ke pasar tradisional, pastilah akan kita jumpai sampah sayur-sayuran dan buah-buahan yang berton-ton jumlahnya. Sebagaimana sampah-sampah organik lainnya seperti kotoran ternak, ampas tebu, dan lain-lain, umumnya sampah organik tersebut tidak banyak dimanfaatkan, tetapi dibiarkan menumpuk dan membusuk, sehingga dapat menggangu pemandangan dan mencemari lingkungan. Salah satu cara penanggulangan sampah organik yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah dengan menerapkan teknologi anerobik untuk menghasilkan biogas.

Secara ilmiah, biogas yang dihasilkan dari sampah organik adalah gas yang mudah terbakar (flammable). Gas ini dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi tanpa udara). Umumnya, semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas. Tetapi hanya bahan organik homogen, baik padat maupun cair yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Bila sampah-sampah organik tersebut membusuk, akan dihasilkan gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Tapi, hanya CH4 yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Umumnya kandungan metana dalam reaktor sampah organik berbeda-beda. Zhang et al. 1997 dalam penelitiannya, menghasilkan metana sebesar 50-80% dan karbondioksida 20-50%. Sedangkan Hansen (2001) , dalam reaktor biogasnya mengandung sekitar 60-70% metana, 30-40% karbon dioksida, dan gas-gas lain, meliputi amonia, hidrogen sulfida, merkaptan (tio alkohol) dan gas lainnya. Tetapi secara umum rentang komposisi biogas adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Komposisi Biogas
Komponen %
Metana (CH4)
Karbon dioksida (CO2)
Nitrogen (N2)
Hidrogen (H2)
Hidrogen sulfida (H2S)
Oksigen (O2)
55-75
25-45
0-0.3
1-5
0-3
0.1-0.5
Dalam skala laboratorium, penelitian di bidang biogas tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi harus ditunjang dengan peralatan yang memadai. Perangkat utama yang digunakan terutama adalah tabung digester, tabung penampung gas, pipa penyambung, katup, dan alat untuk identifikasi gas. Untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya biogas dari reaktor, salah satu uji sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan uji nyala. Biogas dapat terbakar apabila mengandung kadar metana minimal 57% yang menghasilkan api biru (Hammad et al., 1999). Sedangkan menurut Hessami (1996), biogas dapat terbakar dengan baik jika kandungan metana telah mencapai minimal 60%. Pembakaran gas metana ini selanjutnya menghasilkan api biru dan tidak mengeluarkan asap.

Mekanisme Pembentukan Biogas
Sampah organik sayur-sayuran dan buah-buahan seperti layaknya kotoran ternak adalah substrat terbaik untuk menghasilkan biogas (Hammad et al, 1999). Proses pembentukan biogas melalui pencernaan anaerobik merupakan proses bertahap, dengan tiga tahap utama, yakni hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Tahap pertama adalah hidrolisis, dimana pada tahap ini bahan-bahan organik seperti karbohidrat, lipid, dan protein didegradasi oleh mikroorganisme hidrolitik menjadi senyawa terlarut seperti asam karboksilat, asam keto, asam hidroksi, keton, alkohol, gula sederhana, asam-asam amino, H2 dan CO2. Pada tahap selanjutnya yaitu tahap asidogenesis senyawa terlarut tersebut diubah menjadi asam-asam lemak rantai pendek, yang umumnya asam asetat dan asam format oleh mikroorganisme asidogenik. Tahap terakhir adalah metanogenesis, dimana pada tahap ini asam-asam lemak rantai pendek diubah menjadi H2, CO2, dan asetat. Asetat akan mengalami dekarboksilasi dan reduksi CO2, kemudian bersama-sama dengan H2 dan CO2 menghasilkan produk akhir, yaitu metana (CH4) dan karbondioksida (CO2).

Pada dasarnya efisiensi produksi biogas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi : suhu, derajat keasaman (pH), konsentrasi asam-asam lemak volatil, nutrisi (terutama nisbah karbon dan nitrogen), zat racun, waktu retensi hidrolik, kecepatan bahan organik, dan konsentrasi amonia. Dari berbagai penelitian yang penulis peroleh, dapat dirangkum beberapa kondisi optimum proses produksi biogas yaitu :

Tabel 2. Kondisi Optimum Produksi Biogas
Parameter Kondisi Optimum
Suhu
Derajat Keasaman
Nutrien Utama
Nisbah Karbon dan Nitrogen
Sulfida
Logam-logam Berat Terlarut
Sodium
Kalsium
Magnesium
Amonia
35oC
7 – 7,2
Karbon dan Nitrogen
20/1 sampai 30/1
< 200 mg/L
< 1 mg/L
< 5000 mg/L
< 2000 mg/L
< 1200 mg/L
< 1700 mg/L
Parameter-parameter ini harus dikontrol dengan cermat supaya proses pencernaan anaerobik dapat berlangsung secara optimal. Sebagai contoh pada derajat keasaman (pH), pH harus dijaga pada kondisi optimum yaitu antara 7 – 7,2. Hal ini disebabkan apabila pH turun akan menyebabkan pengubahan substrat menjadi biogas terhambat sehingga mengakibatkan penurunan kuantitas biogas. Nilai pH yang terlalu tinggipun harus dihindari, karena akan menyebabkan produk akhir yang dihasilkan adalah CO2 sebagai produk utama. Begitupun dengan nutrien, apabila rasio C/N tidak dikontrol dengan cermat, maka terdapat kemungkinan adanya nitrogen berlebih (terutama dalam bentuk amonia) yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri.

Nilai Potensial Biogas

Biogas yang bebas pengotor (H2O, H2S, CO2, dan partikulat lainnya) dan telah mencapai kualitas pipeline adalah setara dengan gas alam. Dalam bentuk ini, gas tersebut dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. Pemanfaatannya pun telah layak sebagai bahan baku pembangkit listrik, pemanas ruangan, dan pemanas air. Jika dikompresi, biogas dapat menggantikan gas alam terkompresi yang digunakan pada kendaraan. Di Indonesia nilai potensial pemanfaatan biogas ini akan terus meningkat karena adanya jumlah bahan baku biogas yang melimpah dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan.

Berdasarkan sumber Departemen Pertanian, nilai kesetaraan biogas dengan sumber energi lain adalah sebagai berikut :

Tabel 3. Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain
Bahan Bakar Jumlah
Biogas
Elpiji
Minyak tanah
Minyak solar
Bensin
Gas kota
Kayu bakar
1 m3
0,46 kg
0,62 liter
0,52 liter
0,80 liter
1,50 m3
3,50 kg
Penutup
Meskipun penelitian di bidang biogas bukanlah aspek baru dalam riset kimia, tetapi tidak menutup kemungkinan akan adanya pengembangan dalam penyempurnaan teknologi anaerobik untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas biogas yang lebih baik. Setidaknya beberapa misteri dalam bidang penelitian ini masih memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memperoleh jawabannya seperti penentuan bakteri anaerobik yang paling baik, penentuan starter, pencarian bahan baku dan waktu optimum proses anaerobik. Selain itu, penelitian dibidang ini termasuk gampang-gampang susah dalam artian, meskipun secara terori dapat dihasilkan gas metana, tetapi dalam prakteknya terkadang para peneliti hanya mendapatkan sedikit sekali gas metana bahkan tidak sama sekali.

Sisi positif yang dapat kita ambil dari pengembangan teknologi anaerobik adalah bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak bermanfaat di bumi ini bahkan sebuah sampah sekalipun. Dengan teknologi anaerobik, selain memperoleh biogas, manfaat lainnya adalah akan diperoleh pupuk organik dengan kualitas yang tinggi, yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain yang tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia.

Disarikan dari karya tulis ilmiah :
Beni Hermawan, Lailatul Qodriyah, dan Candrarini Puspita. 2007. Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Sumber Biogas Untuk Mengatasi Krisis Energi Dalam Negeri. Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa. Universitas Lampung. Bandar Lampung
Untuk mendukung keberhasilan berkelanjutan dari kegiatan operasi PT Freeport Indonesia, kami membuka kesempatan bagi anda untuk turut bergabung bersama lebih dari 18.000 orang tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan bersama-sama mengatasi setiap tantangan menjadi peluang keberhasilan. Kami secara terus-menerus melakukan penerimaan tenaga kerja baru melalui proses rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi, untuk secara akurat menentukan individu-individu yang tepat dan berkualitas sesuai dengan tuntutan dan tantangan dari setiap posisi yang kami tawarkan.
Penerimaan Tenaga Kerja
Bila anda adalah individu-individu terbaik dengan latar belakang disiplin-disiplin ilmu pertambangan, geologi, metalurgi, industri, lingkungan, kelistrikan, mesin, sipil, arsitektur, fisika, kimia, teknologi informasi, manajemen, administrasi, keuangan, akuntansi, hukum, psikologi, sumberdaya manusia, serta komunikasi; maka andalah yang kami cari.
Persyaratan umum yang mutlak diperlukan adalah; bersedia ditempatkan di wilayah operasi kami di Papua, memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tertulis, penggunaan komputer, serta memiliki kemampuan dan kompetensi inti yang mencakup; berorientasi keberhasilan; berpikir analitis, berorientasi kesuksesan pelanggan, keselamatan kerja dan lingkungan, kepekaan budaya dan kepemimpinan.
Hubungi bagian rekrutmen kami dengan mengirimkan data diri dan riwayat kerja, dalam format MS Word dengan mencantumkan latar belakang pendidikan atau posisi terakhir dari pengalaman yang dimiliki sebagai email subject.
Hanya para kandidat yang memenuhi syarat yang akan dihubungi untuk tahap lebih lanjut yang meliputi: wawancara oleh bagian rekrutmen dan wakil departemen PTFI yang membutuhkan calon, tes tertulis, dan tes kesehatan.
Untuk melihat daftar lowongan kerja yang tersedia serta untuk mengirimkan aplikasi lamaran kerja, silakan menggunakan link ini.

Graduate Development Program (GDP-PTFI)
Tujuan
  • Secara aktif merekrut banyak lulusan setiap tahun dalam sejumlah bidang studi yang berbeda
  • Melaksanakan Program Pengembangan Lulusan Baru (GDP) yang dirancang untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankan profesional—profesional muda.
  • Menyediakan peluang pengembangan berbasis kompetensi kepada lulusan nasional yang terpilih.
Lulusan baru dianggap sebagai salah satu dari investasi jangka panjang kami yang paling penting. Melalui GDP, perusahaan:
  • Mendidik dan mengembangkan sekelompok profesional muda
  • Memberikan prioritas kepada profesional muda Papua, khususnya masyarakat Papua lokal dari “Tujuh Suku.”
Lebih lanjut mengenai Graduate Development Program (GDP) di PTFI, silakan lihat di sini.
New Graduates Center
Quality Management Services Department
PT Freeport Indonesia
Tembagapura, Papua 99930
PTFIgdp@fmi.com

Magang / Kerja Praktek
Proposal yang telah dilengkapi dokumen penunjang yang diperlukan (sesuai persyaratan) sudah harus diterima Bagian Pengembangan Karyawan PTFI di Jakarta atau Tembagapura paling lambat 40 hari sebelum program dimulai. Proposal dan dokumen penunjang dapat dikirimkan melalui jasa pos ke alamat sebagai berikut:
Bagian Pengembangan Karyawan
Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia
PT Freeport Indonesia
P.O. Box 3148
Jakarta 10001
  • Seleksi akan dilakukan oleh Bagian Pengembangan Karyawan PTFI di Jakarta atau Tembagapura. PTFI akan memberitahukan hasil seleksi kepada setiap calon peserta.
  • Bagian Pengembangan Karyawan PTFI akan menyiapkan surat perjanjian yang harus ditandatangani oleh siswa yang telah diterima sebelum mengikuti Program.
  • Siswa harus memberikan konfirmasi kembali mengenai tanggal mulainya Program yang akan diikuti kepada departemen yang bersangkutan paling lambat satu minggu sebelum program dimulai.
Untuk pertanyaan mengenai program kerja praktek/magang dan tugas akhir di PTFI, silakan email ke: PTFIInternship@fmi.com
Tanya Jawab Mengenai Penerimaan Tenaga Kerja PTFI
  • Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi apabila akan mengajukan surat lamaran kerja?
    Surat lamaran harus ditulis atau diketik dengan jelas dan rapih, serta dilengkapi salinan ijasah terakhir lengkap dengan transkrip akademik; surat pengalaman kerja; sertifikat training; kartu identitas diri dan kartu tanda pencari kerja dari DISKIMNAKER.
  • Bagaimana tata cara yang diberlakukan dalam proses seleksi penerimaan tenaga kerja di PTFI?
    Apabila pelamar memenuhi persyaratan yang ditentukan, akan dipanggil untuk mengikuti proses seleksi, yaitu berupa wawancara; tes kemampuan teknis sesuai dengan bidang yang dilamar; tes kemampuan berbahasa Inggris lisan maupun tulisan; assessment test dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter atau rumah sakit yang ditentukan oleh PTFI.
  • Apakah ada jadwal tertentu yang diberlakukan oleh PTFI dalam pelaksanaan penerimaan tenaga kerja?
    Tidak ada jadwal khusus yang ditentukan, karena seleksi penerimaan tenaga kerja bisa dilaksanakan kapan saja sesuai kebutuhan dan tentunya dengan tetap mengacu kepada kebutuhan tenaga kerja PTFI.
  • Apakah pelamar bisa mengajukan pilihan untuk bekerja di PTFI Jakarta atau di Jobsite (Timika, Papua)?
    Lowongan atau kebutuhan yang ada sudah ditentukan, baik untuk di Kantor PTFI Jakarta atau di Jobsite (Timika, Papua), oleh karena itu calon karyawan tidak dapat memilih tempat bekerja. Akan tetapi, calon karyawan dapat memilih untuk melamar hanya posisi yang ada di lokasi kerja yang dikehendaki.
  • Latar belakang disiplin ilmu apa saja yang diperlukan di PTFI?
    Dengan organisasi yang cukup besar dan lingkup operasi yang luas, pada dasarnya hampir sebagian besar disiplin ilmu diperlukan di PTFI. Namun karena PTFI bergerak dalam bidang pertambangan, tenaga kerja dengan latar belakang teknik lebih banyak diperlukan, di samping bidang pengembangan yaitu; Information Technology, Organizational Development dan Training.
  • Apakah ada kemungkinan bahwa karyawan ditempatkan pada bidang yang berbeda dengan disiplin ilmu yang dimiliki?
    Apabila pengalaman yang dimiliki memang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, bisa terjadi bahwa karyawan tersebut ditempatkan pada bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
  • Apakah PTFI memberikan kesempatan kerja kepada Sarjana yang baru lulus dan belum memiliki pengalaman kerja?
    Pada saat ini PTFI memiliki program Graduate Development Program, yang dibuat khusus untuk menerima Sarjana yang baru lulus namun harus memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan dan melalui proses seleksi yang cukup ketat.
  • Apakah PTFI hanya memerlukan karyawan dengan latar belakang pendidikan Sarjana?
    Tidak. PTFI juga menerima karyawan yang bukan Sarjana, namun diutamakan yang telah memiliki pengalaman kerja minimum 3 tahun. Pada saat ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan Non-Sarjana, PTFI melakukan kerja sama dengan perusahaan kontraktor penyedia tenaga kerja, yaitu PT Buma Intinaker dan PT Salju Abadi Sejahtera.
  • Apakah ada suatu program yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan bagi anak-anak bekas karyawan PTFI?
    Program yang dibuat secara khusus tidak ada. Akan tetapi anak bekas karyawan PTFI biasanya mendapatkan perhatian atau penanganan secara tersendiri, namun tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti proses seleksi yang telah ditentukan oleh perusahaan.
  • Apakah PTFI memberikan prioritas kepada calon karyawan tertentu?
    Ya. PTFI memberikan prioritas kepada calon karyawan dari Papua terutama yang termasuk dalam Tujuh Suku di sekitar daerah pertambangan. Kami selalu berusaha untuk mengisi semua lowongan pekerjaan dengan calon yang berkualitas dari Papua sebelum mencari dari daerah lain.
  • Bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa surat lamaran sudah diterima atau diproses oleh PTFI?
    Untuk semua surat lamaran yang masuk, PTFI selalu mengirimkan surat balasan kepada para pelamar; jika tidak ada panggilan dalam kurun waktu satu bulan sejak lamaran diterima, Maka secara langsung pelamar tersebut belum memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Pad diperkenalkan pertama kali oleh Steve Jobs, CEO (yang merupakan singkatan dari Chief Executive Officer) dari Apple Inc. dalam Apple Special Event yang bertempat di Yerba Buena Center for the Arts, San Fransisco, Amerika Serikat, pada tanggal 27 Januari 2010. Produk ini dirancang sebagai sebuah perangkat digital yang berada di antara telepon pintar (smartphone) dan komputer jinjing (laptop). Apple Inc. berencana akan mulai memasarkan iPad di Amerika Serikat (AS) mulai 3 april 2010, dengan kisaran harga mulai dari 499 Dolar Amerika Serikat (USD) hingga 829 USD. Namun warga AS sudah dapat memesan produk ini mulai tanggal 12 Maret 2010 melalui Apple Online Store.
[sunting] Spesifikasi

Apple sejauh ini sudah mengumumkan dua jenis model iPad. Model Wi-Fi dengan Wi-Fi 802.11a/b/g/n dengan berat 680 gram yang akan dipasarkan 3 April 2010 dan model Wi-Fi + 3G yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan jaringan HSDPA dengan berat 730 gram, yang akan dipasarkan pada akhir April 2010. Produk ini memiliki desain layar multi-sentuh 9.56x7.47 inci dengan lebar layar 9.7 inci atau sekitar 25 sentimeter (cm), yang dilengkapi LED backlight dengan teknologi IPS (singkatan dari In-Plane Switching), resolusi 1024x768 piksel, kapasitas memori flash drive mulai dari kisaran 16 gigabita (Gb) hingga 64 Gb, prosesor 1 gigahertz (GHz) Apple A4, baterai lithium-polymer yang dapat bertahan hingga 10 jam pemakaian, mendukung pemutaran audio dengan format AAC, MP3, VBR, audible, apple lossless, AIFF dan WAV serta mendukung format video H.264 hingga 720p, .m4v, .mp4, .mov, dan MPEG-4. Selain itu juga terdapat Bluetooth 2.1, kompas digital, GPS, Wi-Fi (802.11a/b/g/n), dock connector, built-in speaker, mikrofon, 3.5-mm stereo headphone jack dan menggunakan sistem operasi yang sama dengan sistem operasi iPhone.
[sunting] Aplikasi

Di dalam iPad, selain fitur umum seperti home screen, contact (kontak), kalender dan catatan terdapat juga sejumlah aplikasi-aplikasi seperti:

1. Safari: merupakan penjelajah web yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai situs internet, seperti Google, Yahoo, Myspace, Flickr, Apple atau situs jejaring sosial seperti Friendster, Twitter, Facebook dan Plurk.
2. Mail: merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melihat surat elektronik (email) dan fitur ini dapat bekerja dengan hampir semua provider terkemuka seperti Yahoo! Mail, Gmail, atau Windows Live Hotmail.
3. iTunes: merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menjelajah dan mengunduh musik, tayangan televisi, video maupun podcasts melalui iTunes Store. Aplikasi iTunes yang ada di dalam iPad dapat disinkronisasikan dengan iTunes yang ada pada MacBook ataupun komputer yang dimiliki pengguna.
4. iPod: merupakan aplikasi yang mampu mengorganisasi dan memutar musik, sama seperti yang terdapat pada produk Apple yang lain seperti iPod ataupun iPhone.
5. Photo: sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengorganisasi dan melihat foto. Pengguna tidak hanya bisa melihat foto berdasarkan tanggal dan acaranya, tetapi juga berdasarkan wajah ataupun tempat dimana foto tersebut diambil. Pengguna juga dapat mengsinkronisasikan foto ke dalam iPad dari Mac atau komputer melalui iTunes ataupun memindahkan foto dari kamera digital ke iPad melalui iPad camera connection kit.
6. Video: aplikasi yang digunakan untuk menonton berbagai jenis video, mulai dari film dengan kualitas High Definition (HD), podcast, acara TV sampai musik video dimana saja walau pengguna sedang berada di dalam pesawat sekalipun.
7. App Store: digunakan untuk mengunduh aplikasi yang jumlahnya mencapai hampir 150.000. App Store menyediakan aplikasi untuk produk-produk buatan Apple dengan beragam kategori, mulai dari permainan, gaya hidup, pendidikan dan lain sebagainya. Aplikasi yang terdapat di dalam App Store dapat diunduh secara gratis oleh pengguna namun ada juga yang dikenakan sejumlah biaya.
8. Youtube: aplikasi ini dapat digunakan untuk memudahkan pengguna melihat berbagai macam jenis video yang ada dalam Youtube tanpa perlu mengakses situsnya.
9. iBooks: sebuah aplikasi yang digunakan tidak hanya untuk membaca saja, tetapi juga menjelajah dan membeli buku-buku berformat digital (e-books) dari iBookstore. Aplikasi ini dapat diunduh di App Store secara gratis, namun sayangnya aplikasi ini baru tersedia di AS saja.
10. iWork: aplikasi yang juga terdapat pada Mac, yang terdiri dari Keynote, Pages dan Numbers. Aplikasi ini dapat membantu pengguna membuat presentasi, dokumen, maupun spreadsheet.
11. Maps: aplikasi yang dapat digunakan untuk melihat peta dari atas dengan resolusi tinggi melalui pencitraan satelit. Selain melihat peta, pengguna juga bisa mencari lokasi tempat atau rute dari satu tempat ke tempat lain.

[sunting] Aksesori Tambahan

Apple juga menyediakan berbagai macam aksesori tambahan yang dapat dibeli secara terpisah oleh pengguna untuk melengkapi Ipad. Aksesori tambahan untuk iPad tersedia mulai dari keyboard dock, iPad case, iPad camera connection kit, iPad dock, iPad 10W USB power adapter, iPad dock connector to VGA adapter, Apple wireless keyboard, headphone, earphone hingga composite dan component AV cable.
[sunting] Referensi

1. ^ Jeff Gamet. Wintek May Be Behind Delayed iPad Launch. The Mac Observer. Diakses pada 17 April 2010
2. ^ Paul Suarez. Is iPad Sold Out?. PCWorld. Diakses pada 17 April 2010
3. ^ a b c d iPad — Technical specifications and accessories for iPad. Apple. Diakses pada 27 Januari 2010
4. ^ iPad SDK. Apple. Diakses pada 27 Januari 2010
5. ^ Brooke Crothers. "Inside the iPad: Apple's new 'A4' chip", CNET, January 27, 2010. Diakses pada 27 Januari 2010.
6. ^ Apple A4 Teardown — Page 3. iFixit. Diakses pada 17 April 2010
7. ^ teardown of production iPad. Ifixit.com. Diakses pada 17 April 2010

[sunting]

ipad

Pad adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc. (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.

Rabu, 23 Juni 2010

juragan pesawat

WELCOME TO MY PARADISE!”

Keharusan untuk menyediakan ikan segar membuat Susi terpikir untuk membeli pesawat terbang. Mengapa pula ia membuka sekolah pilot sendiri?

SEKOLAH PILOT DI RUMAHNYA
Susi sungguh pribadi yang penuh kontradiktif. Ia bermetamorfosis dari gadis kampung, menjadi warga dunia dan sukses sebagai wanita pengusaha bidang perikanan dan jasa penerbangan. Berbagai penghargaan ia terima. Mulai dari Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman Award for Economics.

Susi yang cuma lulusan SMP, kini Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan Presiden Diretur PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan Susi Air. Di luar itu, aktivis lingkungan independen ini juga dipercaya sebagai Board of Directors HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri; serta Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah pada KADIN. Kini ia juga dipercaya sebagai dosen tamu pada program pendidikan di lingkungan BRI dan Telkom, bahkan juga dipercaya menjadi dosen tamu di ITB, IPB, dan UGM.

Tentang 3 anak muda Eropa yang ikut pulang kampung bersamanya, dan diakui Susi sebagai hendak belajar di rumahnya itu, ternyata adalah pilot-pilot muda lulusan sekolah penerbang di Norwegia, Prancis, dan Jerman. Mereka datang ke Indonesia atas biaya sendiri, untuk belajar terbang lanjutan di rumah Susi. Lho, Susi punya sekolah penerbang? Persis! Namanya Susi Flying School, dibangun tahun 2008, di bawah manajemen PT ASI Pudjiastuti Flying School dengan Susi sebagai direktur utamanya.

Sejujurnya, Susi bilang bahwa pilot-pilot di perusahaannya, berjumlah nyaris mencapai seratus orang, umumnya memang pilot asing dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan beberapa dari Filipina. “Mencakup lebih dari 90% pilot yang bekerja pada kami,” ucapnya, sambil menghela napas panjang. Susi memang tak sedang berbangga diri bahwa sebagai anak negeri, wanita pribumi, ia berhasil mempekerjakan pilot-pilot muda asing. “Tidak! Saya tidak bangga! Saya justru merasa sedih…,” lanjutnya, sambil lagi-lagi ia menghela napas panjang.

Susi juga bukan tidak nasionalis dengan mempekerjakan pilot-pilot asing di nyaris semua pesawat miliknya. Awalnya, ia juga mimpi, pesawat-pesawatnya terbang melintasi khatulistiwa dan singgah di berbagai pelosok Nusantara, dengan pilot-pilot sebangsa dan sewarna kulit dengannya. Tetapi, mimpi itu tinggal sekadar mimpi. “Untuk mendapatkan pilot nyatanya tak semudah kita membalikkan tangan,” katanya.

Indonesia, menurut Susi, amat kekurangan pilot. Dari kebutuhan sekitar seratus pilot tiap tahunnya, cuma sebagian kecil saja yang diisi oleh pilot-pilot lulusan sekolah penerbang di Indonesia. Sebagian besar lebihnya merupakan pangsa kerja serapan pilot-pilot asing.

Sedemikian besarnya peluang kerja ini, sampai-sampai saat masih di bangku sekolah pun terkadang banyak calon pilot Indonesia yang diijon kerja di berbagai perusahaan jasa penerbangan yang ada. Satu hal lain, pesawat-pesawat yang dimiliki Susi adalah pesawat-pesawat ringan, pesawat ‘mini’, dengan rute penerbangan yang tak populer di berbagai pelosok Indonsia. “Pilot-pilot kita, apalagi yang senior, mana mau terbang mengawaki pesawat kecil, apalagi ke pelosok-pelosok terpencil yang sepi dan susah dijangkau. Pastilah pesawat-pesawat jet berbadan besar, dengan perusahaan-perusahaan besar dan terkenal, lebih mendatangkan prestise untuk dijajal sebagai lahan kerja,” katanya, setengah bergurau.

Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan pilot (dan ahli mesin) di perusahaannya, Susi bergerilya menyebar iklan ke situs-situs internet ataupun datang langsung ke sekolah-sekolah penerbangan sipil di berbagai negeri, khususnya Amerika dan Eropa. Untuk menindaklanjuti minat menjadi pilot Susi Air itu pula, ia lantas membangun Susi Flying School dengan berbagai program dasar dan lanjutan. Beberapa ruang kelas ber-AC dibangunnya di halaman rumahnya yang luas, lengkap dengan mock-up dan ragam compu-system dan alat avionik lainnya. Untuk uji terbang, silakan ke airstrip pribadinya di Pantai Pangandaran.

“Bagi pilot-pilot muda asing, menerbangkan pesawat-pesawat Susi Air bukan sekadar untuk menambah jam terbang yang memang amat dibutuhkan. Lebih dari itu, alam dan budaya Indonesia merupakan titik penting dari minat kerja mereka. Bayangkan! Mereka bisa melihat dan mendekat langsung ke spot-spot alam Indonesia, bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat di berbagai pelosok negeri, dan untuk semua pengalaman berharga itu, mereka mendapat bayaran yang pantas sebagai pilot,” kata Susi. Tak heran bila banyak pilot Susi Air yang amat kerasan bekerja. Bahkan, saat-saat cuti pun, bukannya mudik ke negerinya, eh… mereka malah pergi ke tempat-tempat eksotis di berbagai pelosok Indonesia.

MENGALIR SEPERTI AIR
Susi bisa saja mengaku bahwa kehidupan spiritualnya masih kurang sempurna. Namun, seorang ajengan, pimpinan agama Islam di sebuah wilayah di Jawa Barat, mengatakan, Susi gemar membantu pembangunan masjid. Salah satu masjid yang dibangun Susi adalah Masjid Istiqomah, masjid besar dan cantik dengan halaman yang lumayan luas, tegak di sebuah persimpangan jalan utama di Kota Pangandaran. “Ini dibangun Ibu Susi tahun 2007 awal, saat-saat ia aktif membantu membangun kembali kawasan Nanggroe Aceh Darussalam pascatsunami 26 Desember 2004,” ungkap seorang warga yang femina temui di pinggir jalan.

Untuk keperluan pembangunan tempat ibadah ataupun aktivitas keagamaan dan sosial, Susi dikenal ringan tangan. “Gampang dimintai tolong,” ungkap Ramadi, nelayan Pangandaran. Pascatsunami yang menghantam Pangandaran tahun 2007, rumah Ramadi luluh lantak, dan bisa terbangun lagi antara lain berkat bantuan Susi. Kini Ramadi mewakili beberapa rekannya untuk bisa mendapatkan bantuan kredit murah kepemilikan longboat (sampan panjang) dari bahan fiberglass untuk nelayan setempat, yang diusahakan Susi sejak beberapa tahun terakhir ini.

“Apa yang mereka berikan pada saya, kebaikan, persaudaraan, jauh lebih banyak…,” ungkap Susi. Senin pagi itu, ketika kembali bertemu femina, ia sudah rapi. Biasanya ia masih sempat olahraga, jalan-jalan keliling halaman sembari ‘sidak’ ke pabrik, dapur, ataupun ruang-ruang lain di rumahnya itu. Tetapi, kali ini tidak. “Alvi harus masuk sekolah, pukul delapan,” katanya, sembari menyuapkan potongan serabi di tangannya.

Selain itu, ia juga ada janji dengan sekelompok relasi bisnisnya. Untuk itu, di pagi yang masih berkabut itu, ia sudah harus keluar rumah. Berjalan sedikit ke airstrip yang dibangunnya di pinggir pantai. Di situ sudah menunggu sebuah Cessna, yang segera menerbangkannya ke Bandara Halim Perdanakusuma. Belum sampai pukul delapan, ia mengantar si bungsu Alvi ke sekolahnya di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Dan, beberapa menit kemudian ia sudah sibuk menerima telepon branch office-nya, tak jauh dari situ. Mengenai hidupnya yang selalu sibuk, dengan sederhana Susi bilang, “Mengalir saja seperti air….”

Tamat

Penulis: Heryus Saputro (Kontributor – Jakarta)
NEW YORK, KOMPAS.com - Kehadiran iPad, komputer tablet buatan Apple, kembali mendapat pujian. Kali ini pujian datang dari Rupert Murdoch, taipan media pimpinan kelompok grup media News Corp.

"Ini merupakan penemuan yang fantastis," kata Rupert Murdoch memuji iPad di depan umum saat menjadi pembicara dalam pembukaan New York Forum, Selasa (22/6/2010) seperti dilansir situs Business Week. Menurutnya, iPad berhasil memadukan berbagai kelebihan sehingga bisa menyajikan berbagai jenis media untuk semua kalangan dari anak usia tiga tahun hingga orang tua berusia 100 tahun.

Murdoch percaya iPad akan mendorong munculnya perangkat tablet lebih banyak lagi. Bahkan, ia meyakini ratusan ribu perangkat tablet semacam itu akan menjadi barang bawaan banyak orang di seluruh dunia.

Munculnya iPad secara langsung maupun tidak memang diyakini akan menyelamatkan bisnis media. Selama ini, Murdoch termasuk tokoh utama yang menentang model konten gratis karena dinilainya membunuh masa depan media cetak. Situs Wall Street Journal, salah satu media yang kini dimilikinya, masih bertahan dengan menarik bayaran kepada pelanggannya untuk mengakses konten secara penuh.

"Saya yakin dalam lima tahun, akan ada ratusan ribu iPad dan perangkat sejenis iPad di seluruh dunia. Ini merupakan pasar baru yang besar," tegas Murdoch sebelum mengulas topik-topik lainnya seperti kebijakan politik dan ekonomi AS pimpinan Presiden Barack Obama.

New York Forum merupakan acara pertemuan para CEO, pembuat keputusan, dan para pemimpin berbagai organisasi di AS untuk menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan ekonomi di AS. Forum ini digagas Richard Attias yang juga penyokong World Economic Forum yang rutin digelar setiap tahun di Davos, Swiss.

Selasa, 22 Juni 2010

sekolah

AKADEMI MINYAK DAN GAS BUMI (AKAMIGAS), CEPU
[ print data kampus | beritahu teman ]

Jenis Perguruan Tinggi : Kedinasan
A l a m a t : Jl. Sorogo No.1, Cepu, Kab. Blora, Jawa Tengah 58312
Telepon : 0296 - 21888
Nama Rektor : Ir. Namida Suparyono, M.Sc.
Profil Akademi Minyak dan Gas Bumi (AKAMIGAS), Cepu

Jumlah Mahasiswa : 408
Jumlah Dosen Tetap : 119
Jumlah Dosen Lulusan S2 : 13
Jumlah Dosen Lulusan S3 : 3
Luas Kampus : 43.552
Koleksi Perpustakaan : 108.960 judul, eksemplar, luas 1.522 m2
Laboratorium : 7.900 m2

Fasilitas Lain : Ruang kuliah (9.935 m2), ruang dosen (200 m2), ruang kantor/administrasi (2.480 m2), ruang aula (1.488 m2), asrama mahasiswa (17.046 m2), ruang olahraga (1.445 m2), ruang studio (150 m2), ruang komputer (1.150 m2), ruang penelitian/pengabdian pada masyarakat (3.280 m2), ruang serbaguna (2.096 m2), masjid (1.445 m2, gereja (350 m2).

Program Studi

1.Jurusan Produksi :
- Program Studi Produksi (D1, D2, D3)

2.Jurusan Pengolahan:
- Program Studi Pengolahan (D1, D2, D3)

3.Jurusan Teknologi Gas:
- Program Studi Teknologi Gas (D1, D2)

4.Jurusan Laboratorium Pengolahan:
- Program Studi Laboratorium Pengolahan (D1, D2)

5.Jurusan Utilities:
- Program Studi Utilities (D1, D2)

6.Jurusan Teknologi Mesin Lapangan:
- Program Studi Teknologi Mesin Lapangan (D1, D3)

7.Jurusan Teknologi Mesin Kilang:
- Program Studi Teknologi Mesin Kilang (D1, D2, D3)

8.Jurusan Teknologi Listrik Perminyakan:
- Program Studi Teknologi Listrik Perminyakan (D2, D3)

9.Jurusan Instrumen dan Elektro:
- Program Studi Instrumen dan Elektro (D1, D2, D3)

10.Jurusan Pembekalan Dalam Negeri:
- Program Studi Pembekalan Dalam Negeri (D1, D2, D3)

11.Jurusan Fire dan Safety:
- Program Studi Fire dan Safety (D1, D2, D3)




perbatasan

PERBATASAN
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa diantaranya masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga.
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional 2004-2009) telah menetapkan arah dan pengembangan wilayah Perbatasan Negara sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Pembangunan wilayah perbatasan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin keutuhan dan kedaulatan wilayah, pertahanan keamanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah perbatasan.  Paradigma baru, pengembangan wilayah-wilayah perbatasan adalah dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi “inward looking”, menjadi “outward looking” sehingga wilayah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Pendekatan pembangunan wilayah Perbatasan Negara menggunakan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dengan tidak meninggalkan pendekatan keamanan (security approach). Sedangkan program pengembangan wilayah perbatasan (RPJM Nasional 2004-2009), bertujuan untuk : (a) menjaga keutuhan wilayah NKRI melalui penetapan hak kedaulatan NKRI yang dijamin oleh Hukum Internasional; (b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan menggali potensi ekonomi, sosial dan budaya serta keuntungan lokasi geografis yang sangat strategis untuk berhubungan dengan negara tetangga. Disamping itu permasalahan perbatasan juga dihadapkan pada permasalahan keamanan seperti separatisme dan maraknya kegiatan-kegiatan ilegal.
Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2005 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2006 (RKP 2006) telah pula menempatkan pembangunan wilayah perbatasan sebagai prioritas pertama dalam mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah, dengan program-program antara lain : Percepatan pembangunan prasarana dan sarana di wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil terisolir melalui kegiatan : (i) pengarusutamaan DAK untuk wilayah perbatasan, terkait dengan pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, irigási, dan transportasi, (ii) penerapan skim kewajiban layanan publik dan keperintisan untuk transportasi dan kewajiban layanan untuk telekomunikasi serta listrik pedesaan; Pengembangan ekonomi di wilayah Perbatasan Negara; Peningkatan keamanan dan kelancaran lalu lintas orang dan barang di wilayah perbatasan, melalui kegiatan : (i) penetapan garis batas negara dan garis batas administratif, (ii) peningkatan penyediaan fasilitas kapabeanan, keimigrasian, karantina, komunikasi, informasi, dan pertahanan di wilayah Perbatasan Negara (CIQS); Peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah yang secara adminstratif terletak di wilayah Perbatasan Negara.
Komitmen pemerintah melalui kedua produk hukum ini pada kenyataannya belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya karena beberapa faktor yang saling terkait, mulai dari segi politik, hukum, kelembagaan, sumberdaya, koordinasi, dan faktor lainnya.
Sebagian besar wilayah perbatasan di Indonesia masih merupakan daerah tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat terbatas. Pandangan dimasa lalu bahwa daerah perbatasan merupakan wilayah yang perlu diawasi secara ketat karena menjadi tempat persembunyian para pemberontak telah menjadikan paradigma pembangunan perbatasan lebih mengutamakan pada pendekatan keamanan dari pada kesejahteraan.  Sebagai wilayah perbatasan di beberapa daerah menjadi tidak tersentuh oleh dinamika sehingga pembangunan dan masyarakatnya pada umumnya miskin dan banyak yang berorientasi kepada negara tetangga. Di lain pihak, salah satu negara tetangga yaitu Malaysia, telah membangun pusat-pusat pertumbuhan dan koridor perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan yang telah memberikan keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakatnya.  Demikian juga Timor Leste, tidak tertutup kemungkinan dimasa mendatang dalam waktu yang relatif singkat, melalui pemanfaatan dukungan internasional, akan menjadi negara yang berkembang pesat, sehingga jika tidak diantisipasi provinsi NTT yang ada di perbatasan dengan negara tersebut akan tetap tertinggal.
Dengan berlakunya perdagangan bebas baik ASEAN maupun internasional serta kesepakatan serta kerjasama ekonomi baik regional maupun bilateral, maka peluang ekonomi di beberapa wilayah perbatasan darat maupun laut menjadi lebih terbuka dan perlu menjadi pertimbangan dalam upaya pengembangan wilayah tersebut.  Kerjasama sub-regional seperti AFTA (Asean Free Trade Area), IMS-GT (Indonesia Malaysia Singapura Growth Triangle), IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle), BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina-East Asian Growth Area) dan AIDA (Australia Indonesia Development Area) perlu dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan keuntungan kedua belah pihak secara seimbang. Untuk melaksanakan berbagai kerjasama ekonomi internasional dan sub-regional tersebut Indonesia perlu menyiapkan berbagai kebijakan dan langkah serta program pembangunan yang menyeluruh dan terpadu sehingga Indonesia tidak akan tertinggal dari negara-negara tetangga yang menyebabkan sumberdaya alam yang tersedia terutama di wilayah perbatasan akan tersedot keluar tanpa memberikan keuntungan bagai masyarakat dan pemerintah.  Sarana dan prasarana ekonomi dan sosial yang dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan kerjasama bilateral dan sub-regional perlu disiapkan. Penyediaan sarana dan prasarana ini tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, oleh karena itu diperlukan penentuan prioritas baik lokasi maupun waktu pelaksanaannya.
Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan ini diharapkan dapat memberikan prinsip-prinsip pengembangan wilayah Perbatasan Negara sesuai dengan karakteristik fungsionalnya untuk mengejar ketertinggalan dari daerah di sekitarnya yang lebih berkembang ataupun untuk mensinergikan dengan perkembangan negara tetangga. Selain itu, kebijakan dan strategi ini nantinya juga ditujukan untuk menjaga atau mengamankan wilayah Perbatasan Negara dari upaya-upaya eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun yang dilakukan dengan dorongan kepentingan negara tetangga, sehingga kegiatan ekonomi dapat dilakukan secara lebih selektif dan optimal.